Menikmati senja sore hari

Senja di Alas Jolotundo


Sore telah menjelang malam tepat pada pukul 15.30 WIB, lembayung senja saat itu menyelimuti bumi bersama dengan terbenamnya matahari yang kembali tenggelam di ufuk Barat. Memandangi langit-langit biru yang memulai gelap dengan suasana tanpa adanya cahaya. Cahaya yang setiap harinya menyinari bumi nusantara dan sumber kehidupan bagi seluruh alam semesta. Cahaya kehidupan yang setiap harinya datang bersama fajar dan tenggelam bersama senja di sore hari.

Burung-burung bersiulan di atas pepohonan dan kabel listrik. Sekilas aku melihat anak kucing yang sedang bergurau dengan temannya, dan daun-daun yang berjatuhan di bawah pohon menghiasi jalan. Daun-daun berjatuhan menambah rasa kenyamanan dan kehangatan suasana pada saat itu. 

Arloji ditanganku menunjukkan pukul 16.45 sore, aku mendapati pemandangan yang cukup indah ketika kulihat matahari sudah tinggal setengah lingkaran dan beberapa cahaya yang masih tertinggal setengah. Ketika kulihat motor dan mobil sudah menyalakan lampu kota memberi tanda bahwa hari sudah menuju petang.

Tampak sinar jingga cerah bersinar membuat langit berwarna merah jingga, di langit alas Jolotundo itu. Burung-burung terlihat kontras dan tampak jelas berterbangan ke sana kemari mungkin setelah mereka mencari makan seharian penuh, dan angin yang terasa waktu itu sangat sejuk dan berhembus lumayan cepat. Bentukan siluet yang dihasilkan dari bayangan pepohonan dan pepohonan menambah syahdunya suasana sore itu. Hari pun semakin senja dan langit pun yang awalnya berwarna jingga hingga saat ini menjadi biru gelap. Semua itu menjadi bekal perjalanan pulangku dan menjadi hal yang terindah untuk dinikmati pada hari ini. Tak terasa sangat singkat sekali sore yang indah ini, sangat indah Tuhan dengan segala ciptaannya.

Komentar